Tentang Kami
Latar Belakang
Kodam XIV/Hasanuddin, berpusat di Makassar, didirikan pada 1 Juni 1957 (berakar dari Teritorium VII tahun 1950) untuk mengamankan wilayah Sulawesi, dengan fokus awal mengatasi pemberontakan pasca-kemerdekaan. Nama Sultan Hasanuddin, pahlawan dari Gowa, disematkan sebagai simbol keberanian. Sempat bernama Kodam VII/Wirabuana, nama Kodam XIV/Hasanuddin diaktifkan kembali pada 12 April 2017 oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono
Berikut adalah poin-poin sejarah penting Kodam XIV/Hasanuddin: Pembentukan Awal (1950): Dibentuk sebagai Teritorium VII/Indonesia Timur pada 20 Juni 1950 di Makassar, dipimpin oleh Letkol Cpm Ahmad Yunus Mokoginta untuk mengatasi gangguan keamanan seperti RMS. Perubahan Menjadi Kodam (1957): Berdasarkan SK KSAD Nomor: KPTS-288/5/1957 tanggal 27 Mei 1957, Resimen Infanteri diubah menjadi Komando Daerah Militer (KDM) di Wilayah Indonesia Timur. Perubahan Nama Menjadi Kodam XIV/Hsn (2017): Sebelumnya dikenal sebagai Kodam VII/Wirabuana, pada 12 April 2017, Jenderal TNI Mulyono meresmikan kembali nama Kodam XIV/Hasanuddin di Lapangan Karebosi, Makassar. Wilayah Operasional: Mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Makna Nama: Diambil dari Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-XVI yang dijuluki "Ayam Jantan dari Timur" karena keberaniannya melawan penjajah Belanda.
Bintaljarahdam XIV/Hasanuddin merupakan satuan pelaksana di bawah Kodam XIV/Hasanuddin yang bertugas melaksanakan pembinaan mental, spiritual, ideologi, sejarah, dan tradisi kejuangan bagi prajurit TNI AD, PNS, dan keluarganya di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Satuan ini berperan strategis dalam membangun ketahanan mental, moral, dan keimanan sebagai pondasi utama bagi setiap anggota TNI AD dalam melaksanakan tugas negara.
Berikut adalah poin-poin sejarah penting Kodam XIV/Hasanuddin: Pembentukan Awal (1950): Dibentuk sebagai Teritorium VII/Indonesia Timur pada 20 Juni 1950 di Makassar, dipimpin oleh Letkol Cpm Ahmad Yunus Mokoginta untuk mengatasi gangguan keamanan seperti RMS. Perubahan Menjadi Kodam (1957): Berdasarkan SK KSAD Nomor: KPTS-288/5/1957 tanggal 27 Mei 1957, Resimen Infanteri diubah menjadi Komando Daerah Militer (KDM) di Wilayah Indonesia Timur. Perubahan Nama Menjadi Kodam XIV/Hsn (2017): Sebelumnya dikenal sebagai Kodam VII/Wirabuana, pada 12 April 2017, Jenderal TNI Mulyono meresmikan kembali nama Kodam XIV/Hasanuddin di Lapangan Karebosi, Makassar. Wilayah Operasional: Mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Makna Nama: Diambil dari Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-XVI yang dijuluki "Ayam Jantan dari Timur" karena keberaniannya melawan penjajah Belanda.
Bintaljarahdam XIV/Hasanuddin merupakan satuan pelaksana di bawah Kodam XIV/Hasanuddin yang bertugas melaksanakan pembinaan mental, spiritual, ideologi, sejarah, dan tradisi kejuangan bagi prajurit TNI AD, PNS, dan keluarganya di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Satuan ini berperan strategis dalam membangun ketahanan mental, moral, dan keimanan sebagai pondasi utama bagi setiap anggota TNI AD dalam melaksanakan tugas negara.

