BENTENG BALANGNIPA
Lokasi. Benteng Balangnipa terletak Jl. Sungai Tangka, Balangnipa, Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan 92614
b. Aset tanah dan bangunan
1)Luas tanah : 6400 m²
2)Luas bangunan: 77/88 m²
c. Sejarah Singkat. Benteng Balangnipa didirikan pada tahun 1557 oleh 3 (tiga) Kerajaan Lamatti, Bulo-Bulo dan Tondong yang dikenal dengan istilah Kerajaan Tellu Limpoe. Konstruksi awal Benteng Balangnipa berupa susunan batu gunung yang direkatkan denganl lumpur dari sungai tangka dengan ketebalan dinding ”Siwali Reppa” atau setengah depa. Bentuk bangunan Benteng Balangnipa adalah segi empat dengan empat bastion di setiap sudutnya. Ketika Belanda bermaksud menyerang dan menguasai wilayah sinjai, Benteng Balangnipa difungsikan sebagai benteng pertahanan untuk membendung serangan Belanda dari Teluk Bone.
Perlawanan Raja-Raja dari Tellulimpoe dalam menentang agresi militer Belanda sebagaimana dilukiskan dalam sejarah Rumpa’na Mangara Bombang (perang Mangara Bombang) melawan agresi Belanda tahun 1859-1961 terbilang dahsyat, dimana Benteng Balangnipa berhasil direbut Belanda pada tahun 1859 dikarenakan kekuatan dan peralatan perang Kerajaan Tellu LimpoE yang tidak sebannding dengan Belanda.
Pada tahun 1864 Benteng Balangnipa direnovasi oleh Belanda dengan menggunakan arsitektur Eropa dan selesai pada tahun 1868 dengan bentuk seperti saat ini. Benteng Balangnipa tetap dipelihara sebagai salah satu bangunan cagar budaya dan dipergunakan sebagai museum daerah serta tempat pagelaran seni dan budaya.
d. Pengelola : Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Sinjai


