MUSEUM SIMETTENGPO
Lokasi : Museum Jl. Ahmad Yani No. 25, Kelurahan Perdupa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.
b. Aset tanah dan Bangunan
1). Luas Tanah : 750 m2
2). Luas Bangunan : 40×65 m
c. Status Tanah : atas inisiatif Pemerintah Daerah tingkat II Kabupaten Wajo yang bekerjasama dengan ahli waris pemilik bangunan. Pada awalnya museum ini bernama Museum Sengkang yang dibangun sekitar tahun 1933.
Museum Simettengpola Saoraja Mallangga Adalah museum yang diresmikan pada tahun 1990 atas inisiatif Pemerintah Daerah tingkat II Kabupaten Wajo yang bekerjasama dengan ahli waris pemilik bangunan. Pada awalnya museum ini bernama Museum Sengkang yang dibangun sekitar tahun 1933. Tepatnya, berada di bangunan bekas istana/kediaman Datu Raureng Bettempola ke-27 yang merupakan seorang ranreng/pembantu dekat dari Raja/Datu Wajo (setingkat menteri). Pada masa pemerintahan Kerajaan Wajo, masyarakat lebih mengenal bangunan istana ini dengan nama Saoraja Mallangga.
Pada tanggal 28 November 2004, H. M. Amin Syam, yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan meresmikan museum ini. Di dalam museum ini, terdapat berbagai koleksi berupa naskah, foto, keramik, etnografi dan historika, serta dipamerkan pula alat-alat rumah tangga yang saat itu dipergunakan oleh raja-raja Mallangga. Museum Simettengpola Saoraja Mallangga dibangun di atas tanah seluas 750 m2 dengan bangunan dua lantai yang dilengkapi fasilitas berupa ruang pameran tetap, dan toilet.
Jika hendak berkunjung ke museum ini, dari Terminal bis Callacu ke museum, sejauh 3 km. Dengan alamat lengkap Jl. Ahmad Yani No. 25, Kelurahan Perdupa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Agar bisa masuk ke dalam museum ini, pengunjung dapat membayar tiket masuk dengan tarif sukarela saja. Museum ini, buka setiap hari dengan waktu kunjungan mulaLA SAORAJA MALLANGGA


