Kunjungan kerja Kepala Pusat Sejarah TNI dilaksanakan pada hari Selasa, 4 November 2025 pukul 08.30 WITA dengan agenda peninjauan situs sejarah dan ziarah perjuangan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapusjarah TNI, Stefie Nuhujanan, S. I. P. yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman sejarah perjuangan bangsa serta meninjau pengelolaan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah nasional dan militer Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Mandala Pembebasan Irian Barat. Museum ini merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan berbagai koleksi dan dokumentasi penting mengenai operasi militer dalam rangka pembebasan Irian Barat dari kekuasaan kolonial Belanda. Dalam kesempatan tersebut, Kapusjarah TNI beserta rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap koleksi museum, termasuk diorama, arsip sejarah, serta berbagai artefak yang menggambarkan peristiwa penting dalam Operasi Mandala.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Meirani Tenriawaru, S.STP., M.Si., bersama jajaran pengelola museum. Tur edukasi dipandu oleh Edukator Museum Mandala, Muhammad Mahazir Thamrin, S.IP., yang memberikan penjelasan mengenai sejarah berdirinya museum, latar belakang perjuangan pembebasan Irian Barat, serta peran penting Makassar sebagai pusat komando operasi militer pada masa tersebut. Turut hadir pula Kasubag Tata Usaha Ady Eko Prasetyo, ST., MM., Kasi Promosi Pertunjukan Seni Muhammad Asrul, S.STP., serta Kasi Pertunjukan Seni Wibowo, S.STP., beserta staf yang mendampingi jalannya kegiatan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapusjarah TNI menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan museum yang dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
Setelah melaksanakan peninjauan di museum, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Pangeran Diponegoro yang terletak di Makam Pangeran Diponegoro. Ziarah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pahlawan nasional yang dikenal atas perjuangannya melawan penjajahan Belanda dalam Perang Jawa pada tahun 1825–1830. Prosesi ziarah diawali dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah pahlawan sebagai wujud penghargaan atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa dan negara.
Dalam kegiatan ini, Kapusjarah TNI didampingi oleh personel Bintaljarahdam XIV/Hasanuddin yang terdiri dari Wakabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Hariadi, S. Pd. Kalakjarah Letkol Inf Edy Purwanto, Kapten Cpn (K) Meiza Eka Putri, S. Tr. (Han), serta PNS Dwi Astuty G., S. Sos. Sementara itu, tim dari Pusat Sejarah TNI yang turut hadir mendampingi Kapusjarah TNI antara lain Kol Laut (KH) Najib, S.Pd., M.M., Kol Arh Yudha Kusumah, S.Sos., serta Letkol Sus Ede Aulah, S.S., M.Si.
Kegiatan kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pusat Sejarah TNI dengan satuan kewilayahan dalam menjaga, merawat, serta mengembangkan situs-situs sejarah perjuangan bangsa. Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan semangat perjuangan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa, sekaligus memperkuat jati diri prajurit sebagai penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


