Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sejarah TNI Tahun 2026 diselenggarakan pada hari Rabu, 4 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Balairung Pahlawan Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, serta dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh para Kadisjarah Kotama TNI dan Kabintaljarah jajaran Kotama, sebagai forum koordinasi dalam memperkuat peran dan fungsi kesejarahan di lingkungan TNI.
Rapat koordinasi ini mengusung tema “Pusjarah TNI Siap Mewujudkan Sejarawan TNI yang Prima untuk Indonesia Maju dan Berdaulat”, yang menegaskan komitmen Pusat Sejarah TNI dalam meningkatkan profesionalisme serta kualitas sumber daya manusia di bidang kesejarahan militer.
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Selanjutnya, Ketua Panitia menyampaikan sambutan sekaligus laporan mengenai tujuan dan pelaksanaan kegiatan Rakornis Sejarah TNI Tahun 2026.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Aspers Panglima TNI yang diwakili oleh Wakapusjarah TNI Kolonel Sus Gerardus Maliti, mewakili Kapusjarah TNI Brigjen TNI Stefie Janje Nuhujanan, S.IP. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peran sejarah TNI memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai catatan perjalanan institusi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran, inspirasi, dan identitas perjuangan bangsa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ceramah ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Susanto Zuhdi, M.Hum dengan topik “Pengembangan Sumber Daya Sejarawan TNI untuk Mewujudkan Sejarawan TNI yang Profesional Demi Terwujudnya Indonesia yang Maju dan Berdaulat.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesejarahan, serta perlunya kolaborasi antara TNI dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan berbagai institusi lainnya dalam pengembangan kajian sejarah.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan para peserta, membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pengelolaan dan pengembangan sejarah TNI di era modern. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber dari Kapusjarah TNI yang diwakili oleh Wakapusjarah TNI, serta sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi kegiatan.
Pada akhir kegiatan, Wakapusjarah TNI menyampaikan arahan dan instruksi dari Kapusjarah TNI sekaligus menutup secara resmi pelaksanaan Rakornis Sejarah TNI Tahun 2026. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, dilanjutkan laporan akhir dari Ketua Panitia dan penutupan kegiatan.
Dari pelaksanaan Rakornis ini diperoleh beberapa kesimpulan penting, antara lain bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan sejarawan TNI yang prima. Selain itu, pengembangan sejarah TNI perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, institusi masyarakat, dan organisasi terkait. Sejarawan TNI tidak hanya berperan sebagai pencatat peristiwa, tetapi juga sebagai pengkaji yang mampu menganalisis serta menyajikan sejarah sebagai sarana edukasi bagi generasi bangsa.
Sejarah TNI juga harus mampu dipublikasikan secara luas kepada masyarakat dengan menghadirkan narasi yang objektif, akurat, ilmiah, dan integratif. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting dalam mendokumentasikan, mengarsipkan, serta mengelola sejarah TNI agar dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai bagian dari upaya menjaga narasi sejarah bangsa secara bertanggung jawab.


