MUSEUM ISTANA KESULTANAN BUTON
a. Lokasi. Museum ini semula terletak di Kel. Melai, Kec. Betoambari, Kab. Buton. Dengan adanya pemekaran wilayah maka keraton buton pindah ke Bau bau, Kel. Melai, Kec. Murhum, Kota Baubau.
b. Sejarah Singkat. Istana Kesultanan Buton merupakan salah satu kerajaan Islam yang ada di Sulawesi pada abad ke 13. Kerajaan ini dibentuk karena sekelompok orang Melayu yang singgah dan menempati Pulau Buton. Lambat laun, kerajaan ini menjadi kerajaan Islam karena pengaruh Sayid Jamaluddin Al Kubra. Sejak saat itu, agama Islam mulai berkembang pesat di wilayah kesultanan Buton. Terdapat peraturan undang-undang di kesultanan Buton yang disebut dengan Murtabat Tujuh dan memiliki kaitan yang erat dengan tasawuf. Perundang-undangan tersebut mengatur tugas, fungsi, dan kedudukan kesultanan secara formal.
Kerajaan Buton berada di Pulau Buton yang saat ini sudah masuk ke dalam wilayah Sulawesi Tenggara. Jika dilihat secara lebih detail, lokasi ini berbentuk seperti sebuah pulau yang dikelilingi oleh lautan. Seiring berjalannya waktu, tempat ini mulai menjadi tempat singgah oleh para pendatang yang mampir ke wilayah-wilayah Nusantara. Kendati demikian, pulau Buton ini sudah dikenal sejak lama, bahkan Patih Gadjah Mada menyebutkan pulau ini dalam Sumpah Palapa.
Masa kejayaan Kerajaan Buton harus berakhir di tangan VOC. Serangan dari VOC tersebut bertujuan untuk merebut wilayah Buton dan rempah-rempah yang ada di sekitarnya.
c. Peninggalan Kesultanan Buton:
1) Benteng Keraton Buton
2) Istana Malige
3) Kasulana Tombi
4) Masjid Agung Keraton Buton (Masjid Ogena)
5) Kampua
Pengelola. Pemda Buton


