MUSEUM MANDALA & SOCIETIET DE HARMONIE

a. Lokasi Museum Mandala & Societiet de Harmonie terletak di Jl. Riburane No. 15 Kel. Pattunuang Kec. Wajo Makassar.
b. Aset tanah dan bangunan :
1)Luas Tanah: 2.367,25 m2
2)Luas bangunan:      2.339 m2
c. Status tanah. Tanah museum manala societiet & harmoni  seluas 2.367.25 m2 Bangunan ini sdh di invetariasi oleh BP3 Propinsi Sulawesi selatan No. 343.
d. Koleksi. Koleksi merupakan gedung kesenian sebagai saksi sejarah Makassar pertunjukan seni-seni eropa di tanah Sulawesi benda bersejarah yang dipergunakan oleh para mahasiswa dalam melaksanakan pentas seni kebudayaan di wilayah Teritorial Koramil 1408-03/Wajo jumlah koleksi yang dipamerkan sebanyak 53 buah terdiri dari:
1)Gendang:   9  Buah
2)Kecapi: 10  Buah
3)Rabana:   8  Buah
4)Seruling: 24  Buah
5)Gong:  2   Buah
e. Sejarah singkat. Awalnya Gedung ini merupakan bertemunya bagi perkumpulan dagang yang datang dari Belanda pada masa Kolonial. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat menerima tamu-tamu pemerintah Belanda yang saat itu menjajah Indonesia. Tamu yang datang kemudian berdansa sebagai wujud kebahagiaan akan jamuan yang disajikan kala itu. Societeit de Harmonie atau Gedung Kesenian Sulawesi Selatan adalah salah satu gedung bersejarah di Makassar. Bangunan ini merupakan saksi pertunjukan seni-seni Eropa di tanah Sulawesi, Gedung Kesenian ini dibangun pada tahun 1896, Gedung yang berada di Jalan Riburena ini hadir dengan nuansa arsitektur Eropa abad XIX yang kemudian menjadi saksi bagaimana kehidupan seni dan budaya di kota Makassar. Pada masa pendudukan Jepang (1942 – 1945), tempat ini kemudian dipakai sebagai pertujukan seni. Sepeninggal pendudukan Jepang, tidak lantas membuat grup-grup kesenian lokal leluasa untuk menampilkan seni di tempat ini. Gedung kesenian ini dikuasai oleh golongan tertentu yang mempunyai pengaruh di Makassar, Prihatin dengan keadaan seniman kala itu, Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, ANdi Pangerang Pettarani, memberikan perhatian serius alhasil berhasil mengambil alih gedung ini. Setelah kemerdekaan, gedung ini mempunyai dua fungsi, yaitu sebagaai kantor dan tempat pertunjunjukan. Namun penggiat seni nampaknya menginginkan gedung ini sepenuhnya untuk pertunjukan seni yang tentunya dengan penambahan sarana pendukung. Gedung ini telah mengalami beberapa kali tahap renovasi tanpa menghilangkan kekhasnya jika diliat dari luar. Namun tampilan dalamnya yang sekarang berada dari sebelumnya, sekarang telah dilengkapi ruang pertunjukan lengkap dengan lighting, sound system, serta set panggung.
f. Pengelola : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prop. Sulsel.