MONUMEN MASJID JAMI’ TUA PALOPO
Lokasi Monumen Masjid Jami Tua Palopo terletak dijalan Andi Djemma No.88, Batu pasi, Wara utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
b. Aset tanah dan Bangunan :
1) Luas Tanah : 1.680 m2
2) Luas Bangunan : 11.9 m x 11.9 m
c. Status Tanah Museum Datu Luwu atau Istana Langkanae seluas 10.000 m2
Merupakan Masjid peninggalan kerajaan Luwu.
d. Masjid Tua Palopo merupakan masjid peninggalan Kerajaan Luwu yang berlokasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Masjid ini didirikan oleh Raja Luwu yang bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe pada tahun 1604. Masjid yang memiliki luas 15 m² ini diberi nama Tua, karena usianya yang sudah tua. Sedangkan nama Palopo diambil dari kata dalam bahasa Bugis dan Luwu yang memiliki dua arti, yaitu:
– Pertama, penganan yang terbuat dari campuran nasi ketan dan air gula;
– Kedua, memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Kedua makna ini memiliki relasi dengan proses pembangunan Masjid Tua Palopo ini.
e. Proses pembangunan masjid ini dimulai dari dinding yang menggunakan batu cadas, kapur, dan putih telur. Ide pembuatan perekat dari kapur dan putih telur pertama kali dicetuskan oleh sang arsitek asal negeri China bernama Kung Mante.
f. Meski mimbar masjid ini telah diperbaharui karena termakan rayap dan telah rapuh, model mimbar yang memiliki anak tangga tetap dipertahankan. ara jamaah yang datang ke masjid ini menyempatkan untuk salat sunat, berdoa, dan membaca Alquran. Tebalnya dinding masjid ini yang mencapai 94 cm membuat udara dalam masjid sangat segar sehingga para jamaah betah untuk berlama-lama membaca Alquran. Dalam masjid terdapat lima tiang penyangga masjid yang dilambangkan sebagai rukun Islam. Tak hanya itu, masjid ini juga memiliki 20 jendela besar yang dimaknai sebagai 20 sifat baik Allah SWT. Sementara, 12 jendela kecil yang berada di barat masjid dimaknai sebagai jumlah bulan dalam setahun. Masjid Tua Palopo memiliki satu pintu utama yang menghadap ke timur yang bermakna keesaan Allah SWT.
Sebagian masyarakat percaya bahwa bagi orang yang datang ke Kota Palopo, belum dikatakan resmi menginjakkan kaki di kota ini jika belum menyentuh tiang utama Masjid Tua Palopo yang terbuat dari pohon cinna gori atau cinaduri serta dinding tembok yang menggunakan bahan campuran dari putih telur kapur dan batu cadas. Menurut Imam Masjid Tua Palopo Abdullatif Almasdati, saat bulan suci Ramadhan, sejumlah warga dari berbagai daerah terus berdatangan untuk beribadah dan melaksanakan salat tarawih di masjid tua ini. Kondisi bangunan yang berukuran kecil membut para jamaah rela untuk mengikuti salat tarawih di luar masjid, bahkan sampai di jalan.
Pengelola : Pemerintah Kota Palopo.


